Wahai diriku, berhentilah mengeluh. Berhentilah meratapi dirimu. Sungguh kau tak pantas di beri rasa iba jika kau hanya dapat mengeluhkan keadaan atas hidup mu. Jangan ratapi segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu yang tak kau sukai bagiannya. Kau hidup bukan untuk berkeluh kesah. Kau hidup untuk menikmati setiap bagiannya. Kau hidup untuk mengindahkan segala peristiwa yang ada. Kau hidup untuk mengambil hikmah atas semua. Bukan untuk berkeluh.
Lantas mengapa kau berteriak. Mengapa kau bercerita kepada semua tentang ketidak baikan yang terjadi didalam hidupmu. Mengapa kau biarkan orang lain mengetahui keluhanmu. Mengapa kau buka aibmu terhadap yang lain. Kau tau keluhan itu indah. Kau tau bahwa keluhan itu hanya rasa ketidaksukaanmu akan sesuatu karena tidak sesuai dengan inginmu. Lantas mengapa kau harus berteriak kalau kau paham bahwa keluhanmu hanya karena keadaan yang tidak mendukung.
Wahai diriku, indahkanlah semua proses hidupmu. Jika kau merasakan pahit akan suatu rasa makanan, jangan pernah berfikir bahwa itu karena makanan tersebut terasa pahit. Mungkin kan hanya lupa menyadari bahwa mungkin saja lidahmu sedang tidak peka untuk merasa manis. Dan andaikan memang karena memang rasa makanan itu memang pahit. Maka cukupkan bagimu untuk tetap menyimpan itu dalam lidahmu, tanpa perlu kau beritahu semua tubuhnya, karena kulit tidak akan pernah bisa merasakan pahit, begitu juga dengan mata. Dan tidak semua manusia paham akan detail keluhanmu, karena hanya kau yang tahu setiap persisnya apa yang terjadi, dan cukupkan hanya dirimu yang tahu.
Regards -RM-
No comments:
Post a Comment