Pesan dari hati

August, 2013.


Tak ada yang salah dengan rasa ini. Mungkin hanya sekadar prasangka atau guratan rasa ketidakmampuan diri ini dalam mengelola jiwa dan hati. Dan memang ku harapkan seperti itulah adanya. Hanya sebatas permainan dalam pikiran dan hati. Rasa ketidaktenangan dan ketakutan yang menyeruak datang karena terpaku pada ketidakberdayaan ini.

Tak ingin rasanya ku ungkapkan rasa keluh kesah ini. Ya Tuhan, beribu maaf ingin kusampaikan karena ketidakbedayaan ini. Ketidakmampuan diriku ini dalam menjaga hati yang telah kau titipkan kepada ku. Aku tidak bisa menjaga hati ini untuk bisa tetap percaya kepada orang-orang sekelilingku.

Kau yang telah memberikan diri ini berbagai kelebihan serta kekurangan. Kelebihan untuk bisa merasakan mana yang hanya sekadar  permainan hati atau mana yang memang itu berdasar dan memang terjadi. Segalanya mungkin sudah ku alihkan. Tapi memang sulit bagi diri ini untuk bisa mengerti.

Ku biarkan ini semua menjadi pelajaran. Bagaimana kehidupan ini terus memberikan aku waktu dan jalan untuk selalu bisa berpikir dan membawa alur yang telah ada. Aku percaya dia baik Tuhan. Aku percaya dia menyayangiku. Aku juga percaya bahwa dia memang sosok yang memang telah digariskan untuk kelak bisa mengajarkan ku banyak hal tentang berbagai rahasia yang Kau titipkan padaku.Ku pilih dia Tuhan. Ku pilih dia sebagai sosok yang kelak akan membimbing aku dalam kehidupanku. Sosok yang akan membantu aku untuk lebih dekat padamu dan yang akan membawaku kepada Mu sebagai tujuan akhir hidupku.

Jangan beri aku ragu akan pilihanku Tuhan. Berikan aku kemantapan hati dan jiwa untuk melangkah dengan orng yang memang aku pilih. Buat aku agar bisa lebih mencintainya sosoknya dengan tulus sebagaimana tulus hati ini mencintai Mu tanpa melampaui rasa sayang dan cinta yang kurasakan untuk Mu. Kau telah memberikan berbagai tanda dan pentunjuk atas segala doa dan juga keinginan yang selalu aku panjatkan dalam setiap waktuku untuk memilih dia Tuhan. Dan aku memohon agar Kau bisa mempermudah segala urusan yang kelak akan terjadi diantara kami berdua.


-RM-

No comments:

Post a Comment