Mengapa harus berbeda?
Lalu apakah harus selalu sama?
Mengapa harus saling berlawanan ?
lalu apakah harus selalu saling berhimpitan?
Tanyakan kepada alam atas semua pertanyaan itu. Alam lebih mampu menjawab dengan detail atas semua yang dipertanyakan. Mengapa diciptakan dua kutub dalam bumi? Mengapa harus ada kutub selatan dan kutub utara? Mengapa pula diciptakan siang dan juga malam. Siang yang begitu cerah dan terang dengan kehadiran sang mentari, dan malam yang gelap namun diterangi oleh bulan yang bercahaya.
Saling melengkapi. Saling mengisi. Saling mengimbangi. Sesederhanakan jawaban itu untuk semua hal-hal yang berbeda dan bertentangan yang kita lihat dialam? Tanyakan pada hatimu, lengkapkah ibumu tanpa ayahmu? Tanyakan kepada dirimu, lengkap kah wajahmu tanpa matamu? Atau tanyakan kepada dirimu, apakah kamu tahu rasanya sehat tanpa pernah merasakan sakit? Atau kamu tau rasanya manis tanpa pernah merasakan pahit?
Segala sesuatu nya yang ada didunia, sudah diciptakan berimbang sesuai dengan “hak” nya. Apapun itu, jikalah memang belum menjadi “hak” nya, makan tidak akan pernah bisa dimiliki dan tidak akan pernah bisa terjadi. Dapatkan kita melihat bulan saat matahari sedang bersinar terang? Bahkan daun pun tidak akan pernah jatuh dari pohonnya ketika belum mendapatkan hak nya dari yang menciptakannya.
Hak adalah dimana ketika memang itu sudah menjadi garis keputusan Allah atas suatu perkara yang memang sudah ditetapkan, dan hanya Allah yang bisa merubah segala ketetapan yang ada. Segalanya sudah diciptakan sedemikian rupa untuk bisa saling mengisi, saling melengkapi, dan saling mengimbangi.
Dan ketika kita belajar dari alam akan berbagai warna akan kehidupan yang kita alami. Lihatlah keluar, bagaimana sebuah pohon bisa bergoyang lantaran diterpa angin sehingga daun-daunnya jatuh berguguran. Atau bagaimana rintikan hujan jatuh membasahi bumi ketika sang mentari tengah ada dan bersinar hingga menimbulkan pelangi setelahnya.
Mengapa kita tidak belajar akan semua itu untuk sekedar mengambil hikmah dan memaknai atas segala apa yang terjadi dari alam. Bukankah kita tumbuh dan dibesarkan oleh alam. Bukankah alam yang mengajarkan kita akan kehidupan ? lantas mengapa selalu saja kita lupa untuk mempelajari dan mengamati untuk sekedar memetik hikmah dan mengambil intisari atas apa yang telah alam tunjukan kepada kita.
No comments:
Post a Comment